
TEMANGGUNG – Sebuah gerakan sosial yang berawal dari rasa prihatin kini menjelma menjadi program kemanusiaan yang menyentuh ratusan keluarga kurang mampu di Kabupaten Temanggung. Melalui Dana Kebajikan Indoartha Syariah, sebanyak 326 pasang sepatu gratis telah dibagikan kepada anak yatim dan siswa dari keluarga tidak mampu selama bulan Juni 2026.
Program yang digagas oleh pimpinan Indoartha Syariah Temanggung, Sarwo Edi, awalnya hanya menargetkan penyaluran 200 pasang sepatu. Namun tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah penerima melonjak jauh di atas perkiraan.
“Awalnya kami hanya menyiapkan sekitar 200 pasang sepatu. Ternyata yang mendaftar sangat banyak dan kebutuhan di lapangan luar biasa besar. Akhirnya yang bisa kami realisasikan mencapai 326 pasang sepatu,” ujar Sarwo Edi.
Program ini bermula dari sebuah berita yang menyentuh hati tentang seorang anak yang meninggal dunia dan diketahui menggunakan sepatu yang sudah kekecilan. Kisah tersebut menggugah kepedulian Sarwo Edi dan tim untuk melakukan sesuatu yang sederhana namun berdampak langsung bagi anak-anak.

“Dari berita itu saya berpikir, mungkin bagi sebagian orang sepatu adalah hal biasa. Tapi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sepatu yang layak bisa menjadi kebutuhan yang sangat penting. Dari situlah ide program ini lahir,” katanya.
Dana yang digunakan berasal dari Dana Kebajikan Indoartha Syariah atau program CSR perusahaan dengan alokasi awal sekitar Rp50 juta. Sarwo Edi menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diberikan murni berasal dari dana sosial perusahaan dan bukan dari anggaran pemerintah.
“Banyak yang tidak percaya. Ada yang mengira ini dana pemerintah atau program politik. Saya tegaskan, ini murni Dana Kebajikan Indoartha Syariah yang kami salurkan untuk masyarakat,” tegasnya.
Menariknya, distribusi bantuan tidak hanya menyasar sekolah-sekolah di wilayah perkotaan Temanggung. Sepatu gratis tersebut juga menjangkau berbagai daerah pelosok seperti Kecamatan Bansari, Tembarak, Gemawang, dan sejumlah wilayah lain.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, setiap calon penerima diwajibkan menyertakan surat keterangan tidak mampu yang diketahui RT, RW, pemerintah desa atau sekolah sebagai pihak verifikator.
Tingginya animo masyarakat membuat program ini terus berlanjut. Pada bulan Juli 2026, Indoartha menargetkan penyaluran 264 pasang sepatu tambahan. Namun hingga saat ini, daftar antrean sudah mencapai sekitar 740 siswa.
“Demi menjaga pemerataan, sementara kami membatasi setiap sekolah maksimal mendapat 15 pasang sepatu. Tujuannya agar semakin banyak sekolah dan anak-anak yang bisa merasakan manfaat program ini,” jelas Sarwo Edi.
Keberadaan program tersebut bahkan sempat menarik perhatian sejumlah pihak. Beberapa sekolah dan pemerintah kelurahan melakukan verifikasi langsung untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar merupakan program CSR dan bukan bagian dari kampanye maupun anggaran pemerintah.

Pihak sekolah maupun para penerima bantuan memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut karena dinilai membantu meringankan beban keluarga sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa.
Sarwo Edi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki agenda politik apa pun di balik kegiatan sosial tersebut.
“Saya tidak sedang mencalonkan diri atau memiliki kepentingan politik. Ini murni kegiatan sosial yang kami harapkan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ke depan, Indoartha Syariah berharap program pembagian sepatu gratis dapat terus berkelanjutan dan menjadi gerakan sosial jangka panjang.
“Kami ingin program ini terus berjalan. Minimal setiap bulan bisa ada sekitar 30 pasang sepatu yang kami salurkan kepada anak-anak yang membutuhkan. Semoga manfaatnya semakin luas dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi,” pungkasnya. (tft)