Dari Alam hingga Budaya, Paseban Randu Alas Perkuat Konsep Eduwisata di Magelang

POTRET MAGELANG
3 Agu 2026 07:46
Wisata 0
2 menit membaca

Magelang – Di tengah berkembangnya destinasi wisata baru di Kabupaten Magelang, Paseban Randu Alas di Kecamatan Secang hadir dengan konsep yang berbeda. Tak sekadar menawarkan panorama alam, kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi eduwisata yang memadukan unsur alam, budaya, dan ruang belajar bagi masyarakat.

Meski belum dibuka secara resmi untuk umum, Paseban Randu Alas mulai menarik perhatian wisatawan maupun komunitas yang ingin menikmati suasana alam sekaligus menggelar berbagai kegiatan seperti gathering, outing class, hingga pertunjukan seni.

Owner sekaligus konseptor Paseban Randu Alas, Bapak Koni, mengatakan pengembangan kawasan ini tidak berorientasi mengejar popularitas semata, melainkan menghadirkan destinasi yang memiliki nilai edukasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin Paseban Randu Alas menjadi tempat di mana orang tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga belajar, mengenal alam, budaya, dan pentingnya menjaga lingkungan. Harapannya, tempat ini bisa memberikan pengalaman yang bermakna bagi setiap pengunjung,” ujar Koni.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lanskap alami yang tetap dipertahankan. Pengunjung dapat menikmati hamparan persawahan, area hijau, aliran sungai, hingga amfiteater terbuka yang disiapkan sebagai ruang pertunjukan seni, kegiatan edukasi, maupun aktivitas komunitas.

Ke depan, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan bangunan bergaya tradisional Jawa yang direncanakan menjadi restoran, serta fasilitas kolam renang untuk melengkapi pengalaman wisata keluarga.

Menurut Koni, pengembangan Paseban Randu Alas dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat sekitar.

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap agar tetap menjaga karakter alam yang menjadi kekuatan utama Paseban Randu Alas,” katanya.

Saat ini, masyarakat sudah dapat berkunjung ke kawasan Paseban Randu Alas tanpa dikenakan tiket masuk. Sementara untuk kegiatan komunitas seperti gathering, outing class, senam massal, maupun kegiatan serupa, pengelola memberlakukan kontribusi sebesar Rp10 ribu per peserta.

Dengan mengusung konsep eduwisata berbasis alam dan budaya, Paseban Randu Alas diharapkan menjadi salah satu destinasi baru di Kabupaten Magelang yang tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar dan ruang kolaborasi bagi berbagai kalangan.(Azh)