GRABAG – Persada Budaya Grabag kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat dan menghidupkan seni budaya lokal melalui gelaran seni budaya yang digelar selama dua hari, pada 1–2 Februari 2026, bertempat di Lapangan Baleagung, Grabag, Kabupaten Magelang.
Kegiatan ini menghadirkan 20 grup kesenian dari berbagai wilayah, meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Semarang. Ragam pertunjukan tradisional yang ditampilkan menjadi bukti bahwa seni budaya lokal masih tumbuh, hidup, dan diminati lintas generasi.
Ketua Panitia, Arya MCN, menyampaikan bahwa Persada Budaya Grabag hadir bukan sekadar sebagai ajang tontonan, tetapi sebagai ruang bersama untuk menjaga denyut kebudayaan daerah.

“Acara ini kami rancang sebagai ruang ekspresi, khususnya bagi pemuda, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dan penerus seni budaya lokal,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan lintas daerah menjadi kekuatan tersendiri karena membuka ruang silaturahmi antarkomunitas seni sekaligus memperkaya ragam pertunjukan yang disajikan kepada masyarakat.
Kegiatan Persada Budaya Grabag ini juga mendapat dukungan penuh dari Nanang Qasim Andriawanto, ST, anggota DPRD Kabupaten Magelang yang dikenal sebagai salah satu tokoh budaya di daerah tersebut. Kehadiran dan dukungannya menjadi energi positif bagi para pelaku seni yang terlibat.

Dalam cuplikan komentarnya, Nanang menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Persada Budaya Grabag.
“Ruang-ruang budaya seperti ini sangat penting untuk terus dijaga. Seni budaya bukan hanya warisan, tapi identitas dan kekuatan sosial masyarakat. Saya mengapresiasi Persada Budaya Grabag yang konsisten memberi panggung bagi seniman lokal, terutama generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan seni budaya harus menjadi gerakan bersama antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah agar ekosistem kebudayaan lokal terus tumbuh dan berkelanjutan.

Dengan antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir, Persada Budaya Grabag diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya lokal.