Temanggung Digitalpreneur Community Resmi Diluncurkan, Wadah Tumbuh Bareng Pengusaha Digital

POTRET MAGELANG
21 Sep 2026 12:25
3 menit membaca

TEMANGGUNG – Pelaku usaha digital di Kabupaten Temanggung kini memiliki wadah baru untuk belajar, berjejaring dan berkembang bersama. Temanggung Digitalpreneur Community resmi diluncurkan pada Sabtu (19/9/2026) di Ruang Kreasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Komunitas ini menjadi ruang komunikasi dan sinergi bagi para pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dari UMKM, pemilik usaha, seller, affiliator, reseller, content creator hingga pengusaha digital.

Temanggung Digitalpreneur Community diinisiasi oleh Taftazani Mokhamad, Ahmad Munif dan Bienta. Ketiganya menjadi founder yang mendorong lahirnya komunitas tersebut sebagai wadah bagi pelaku usaha digital di Temanggung untuk saling belajar dan berkembang.

“Harapannya sederhana, kita ingin teman-teman di Temanggung bisa tumbuh bersama. Yang sudah punya pengalaman bisa berbagi, yang baru mulai bisa belajar, dan semuanya bisa saling mendukung agar penghasilannya ikut meningkat,” kata Taftazani.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) membuka peluang baru bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dikembangkan.

Peluncuran komunitas tersebut sekaligus ditandai dengan kegiatan Kelas Affiliate TikTok dan Shopee Bermodal AI untuk UMKM. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti sekitar 30 peserta lebih.

Mayoritas peserta merupakan emak-emak pelaku UMKM yang ingin mempelajari cara mendapatkan penghasilan tambahan melalui platform digital, termasuk menjadi affiliator tanpa harus memiliki produk sendiri.

Dalam kelas tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pemanfaatan AI, pembuatan konten video hingga praktik menjadi affiliator di TikTok dan Shopee.

Taftazani Mokhamad membawakan materi mengenai dasar-dasar AI untuk UMKM serta pengolahan video untuk kebutuhan affiliator. Ia mengenalkan AI sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mencari ide, membuat materi konten hingga mempercepat proses produksi video.

“UMKM tidak harus selalu berpikir bagaimana menambah modal untuk mendapatkan penghasilan. Sekarang keterampilan juga bisa menjadi modal. Dengan AI, kita bisa membantu membuat ide konten, mengolah video dan mendukung aktivitas pemasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Munif, praktisi Shopee Affiliate, memberikan materi mengenai aktivasi akun sekaligus membimbing peserta yang baru memulai menjadi affiliator.

Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dari Bienta, seorang top seller TikTok yang telah merasakan hasil penjualan melalui platform tersebut hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Bienta membagikan pengalaman bagaimana dirinya membangun bisnis melalui TikTok sejak 2023. Kini, ia telah memiliki empat toko TikTok.

Salah satu tips yang ia bagikan kepada peserta adalah memilih komoditas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Saya kebetulan dari Wonosobo, jadi saya memilih komoditas yang dekat dengan saya, yaitu kentang. Dari situ saya jual melalui TikTok, termasuk lewat live. Hasilnya luar biasa,” ujar Bienta.

Menurut Bienta, seseorang yang ingin memulai menjadi seller maupun affiliator tidak harus langsung mencari produk yang rumit atau jauh dari lingkungan mereka.

“Jangan terlalu jauh mencari produk. Lihat apa yang ada di sekitar kita, apa yang kita kenal dan apa yang kita pahami. Itu bisa menjadi peluang,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang peserta mengaku sebelumnya masih menganggap AI dan affiliate sebagai sesuatu yang sulit untuk dipelajari.

“Awalnya saya pikir affiliate itu harus punya produk dan harus pintar bikin video. Setelah ikut kelas ini ternyata banyak yang bisa dipelajari dan dibantu AI. Jadi lebih berani untuk mencoba,” ungkap salah seorang peserta.

Bagi para inisiator, peluncuran Temanggung Digitalpreneur Community bukan sekadar membentuk organisasi baru. Komunitas tersebut diharapkan menjadi ruang bertemunya para pelaku usaha untuk saling mendukung, berbagi pengalaman, meningkatkan keterampilan, membuka peluang kolaborasi dan bersama-sama meningkatkan penghasilan.

Ke depan, komunitas ini diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bertumbuhnya ekosistem pengusaha digital di Temanggung, sehingga pelaku usaha tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola perdagangan yang semakin digital.