
Potret Magelang – Magelang – Sosok Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, menjadi perbincangan publik setelah dikabarkan tidak diketahui keberadaannya selama sekitar dua bulan terakhir.
Pihak keluarga disebut tidak mengetahui keberadaan Rowiyanto. Nomor ponsel yang bersangkutan juga dilaporkan tidak aktif sejak dinyatakan menghilang.
Rowiyanto terakhir diketahui berada di desa pada awal Desember 2025. Ia disebut mulai tidak terlihat setelah muncul protes warga terkait rencana penambangan tanah uruk untuk proyek Tol Yogyakarta–Bawen di wilayah Desa Sambeng.
Meski demikian, sejumlah pihak menyebut kejadian ini bukan kali pertama Rowiyanto tidak berada di tempat dalam kurun waktu tertentu.
Bupati Enggan Lapor ke Polisi
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, turut angkat bicara terkait kabar hilangnya Kepala Desa Sambeng tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang saat ini lebih memprioritaskan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang penting pelayanan masyarakat jangan sampai terkendala,” kata Grengseng, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, tugas dan kewenangan kepala desa untuk sementara dapat dijalankan oleh perangkat desa yang ada.
Grengseng juga menegaskan pihaknya tidak akan melaporkan kasus ini ke kepolisian. Namun demikian, pemerintah daerah akan mengkaji lebih lanjut apabila terbukti yang bersangkutan sengaja meninggalkan tugasnya.
Tidak menutup kemungkinan, sanksi administratif hingga pencopotan jabatan dapat dijatuhkan.
“Kalau memang meninggalkan tugas, biar dihukum sesuai kesalahannya. Kalau itu tidak diindahkan, kami lepas saja,” ujarnya.
Terakhir Terlihat Awal Desember
Warga Desa Sambeng, Khairul Hamzah, mengatakan warga sempat mencari Rowiyanto untuk keperluan administrasi desa. Namun hingga kini belum ada laporan orang hilang yang dibuat ke pihak kepolisian.
“Kami juga sudah menanyakan ke pihak keluarga, tapi keluarga pun tidak mengetahui keberadaan beliau,” ungkap Khairul.
Sementara itu, Sekretaris Desa Sambeng, Siti Yumroatul Mardiyah, menyampaikan bahwa Rowiyanto terakhir terlihat saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih pada 5 Desember 2025 pagi.
“Siang harinya kami sudah tidak bisa menghubungi beliau,” katanya.
Sehari sebelum menghilang, Rowiyanto masih sempat berinteraksi dengan warga dalam pertemuan membahas rencana penambangan tanah uruk di Desa Sambeng.
Sejak keberadaan kepala desa tidak diketahui, sejumlah dokumen yang seharusnya ditandatangani oleh kepala desa ditangani oleh sekretaris desa. Hal tersebut dilakukan setelah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Magelang memberikan diskresi administratif, termasuk dalam pengelolaan keuangan desa.
Pada Januari 2026, Camat Borobudur, Subiyanto, juga telah mengirimkan dua kali surat teguran tertulis kepada Rowiyanto.
“Hingga saat ini, keberadaan Pak Kades masih belum diketahui,” pungkasnya. (AZh)