TikTok Jadi Ladang Cuan UMKM, Emak-Emak Belajar Bikin Konten yang “Nggak Ribet”

POTRET MAGELANG
15 Agu 2026 21:43
3 menit membaca

TEMANGGUNG — Memanfaatkan momentum Hari UMKM Nasional, Sinergi UMKM Indonesia menggelar kegiatan Sharing Optimalisasi TikTok untuk Penjualan, Sabtu (15/8/2026), di Warung Sate Pak Moko, Temanggung.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 pelaku UMKM, yang sebagian besar merupakan emak-emak. Mereka rata-rata sudah memiliki akun TikTok, namun belum optimal memanfaatkannya sebagai media promosi dan meningkatkan penjualan.

Sharing menghadirkan Taftazani Mokhamad, pemilik akun TikTok mbejujag.tmg, yang selama ini aktif membagikan konten positif seputar kuliner. Sejumlah usaha kuliner yang ditampilkan melalui kontennya mendapatkan perhatian luas dan berdampak pada peningkatan omzet.

Taftazani mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Sinergi UMKM Indonesia mendorong pelaku usaha agar semakin mampu memanfaatkan media digital untuk mengembangkan bisnis.

“Konten itu sebenarnya tidak perlu dibuat rumit. Kita bisa mulai dari hal yang paling dekat dengan kita dan yang kita lakukan sehari-hari,” ujar Tafta.

Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar mengejar viral, tetapi setiap konten harus memiliki value. Konten bisa memberikan nilai kebaikan, informasi, maupun hiburan melalui video yang menarik.

“Jangan hanya berpikir bagaimana supaya viral. Pikirkan juga apa yang didapat orang setelah melihat konten kita. Ada informasi, ada manfaat, atau minimal ada hal menarik yang membuat orang ingin datang dan mencoba,” jelasnya.

Kegiatan tersebut sengaja digelar di Warung Sate Pak Moko, sebuah usaha kuliner yang baru beroperasi sekitar dua minggu. Menariknya, warung tersebut langsung merasakan dampak promosi melalui TikTok setelah kontennya mendapatkan perhatian dan menjadi viral.

Pemilik Warung Sate Pak Moko mengatakan promosi melalui media sosial memberikan dampak yang cukup terasa bagi usaha yang baru dirintisnya.

“Baru dua minggu buka, tapi alhamdulillah sudah mulai ramai. Setelah ada konten yang viral, orang jadi penasaran dan datang. Ternyata TikTok bisa benar-benar membawa pelanggan,” ujarnya.

Sebagai owner usaha sate ini, Bu Wiwik, mengaku selama ini memiliki akun TikTok, tetapi belum mengetahui cara mengoptimalkannya untuk mendukung usaha.

“Selama ini punya TikTok, tapi cuma untuk lihat-lihat. Setelah ikut sharing ini jadi tahu ternyata konten bisa dibuat dari kegiatan sehari-hari. Ternyata tidak harus selalu sesuatu yang wah,” katanya.

Peserta lainnya juga mengaku mendapatkan sudut pandang baru mengenai cara memanfaatkan TikTok. Materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami karena menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan aktivitas pelaku UMKM.

Antusiasme peserta bahkan berlanjut dengan munculnya permintaan agar kegiatan berikutnya membahas teknik editing video. Mereka berharap tidak hanya memahami ide konten, tetapi juga mampu membuat video promosi yang lebih menarik secara mandiri.

Tafta mengatakan optimalisasi TikTok bagi UMKM seharusnya dimulai dari keberanian untuk mencoba.

“Tidak harus menunggu punya kamera bagus atau tempat yang sempurna. Mulai saja dari apa yang ada. Yang penting konsisten, punya nilai, dan terus belajar membuat konten yang lebih baik,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Sinergi UMKM Indonesia berharap momentum Hari UMKM Nasional tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas, memperluas pemasaran, dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.