
Potret Magelang – Viralnya OM Janema Indonesia di berbagai platform media sosial ternyata ada cerita mengharukan bagaimana orkes melayu yang mulai di kenal publik karena genre musik klasiknya.
“Kita merasa harus memberontak dan karena kami adalah kumpulan aktivis yang mempunyai darah seni kemudian menjadikan OM Janema sebagai wujud keresahan itu”ujar Lukman sang Nakhoda OM Janema kepada awak media ini.
Seiring waktu berjalan Om Janema Indonesia terus berbenah dan juga melakoni tour di area Jateng dan DIY.
Bahkan di bulan Agustus 2025 orkes ini harus tampil di hampir lebih 50 titik mulai dari panggung lokal Jawa Tengah,Jogjakarta,Jakarta bahkan sampai ke Surabaya.



“Tentunya torehan prestasi ini berkat kerjasama semua pihak yang mendukung tumbuh kembangnya musik dangdut original di Magelang pada khususnya”imbuhnya.
Dari pantauan media ini munculnya trend dangdut jadul seperti bola salju yang terus membesar,bukan saja orkes atau musisi yang mendapatkan angin segar akan tetapi secara industri sudah menggerakkan roda besar.
Di antara nya singer baik singer baru atau singer lintas generasi,vendor sound system,peralatan panggung serta para pelaku showbiz.
“Dengan gairah baru musik jadul khususnya di dangdut tentunya efek ekonominya menjadi sangat luas,bukan saja kami akan tetapi beberapa bidang vendor yang menjadi mitra kami juga merasakan,akan tetapi ini adalah sebuah fenomena yang menarik”pungkasnya.(Azh)