Usia 65 Tahun Tak Jadi Halangan, Pak Teguh Belajar AI untuk Dongkrak Bisnis Ternak Ayam

POTRET MAGELANG
29 Agu 2026 20:37
4 menit membaca

TEMANGGUNG – Usia bukan alasan untuk berhenti belajar teknologi. Hal itu ditunjukkan Teguh, 65 tahun, pelaku usaha ternak ayam Alba di Temanggung yang mengikuti kelas literasi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pemasaran usahanya.

Pak Teguh menjadi salah satu dari 27 peserta Sinergi Academy Batch #2 bertajuk “Literasi Penerapan AI untuk Marketing UMKM” yang digelar Sabtu (29/8/2026) di Ruang Kreasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Temanggung. Sejumlah peserta datang dari luar daerah, salah satunya dari Kabupaten Purworejo, karena tertarik mempelajari bagaimana AI dapat diterapkan untuk mendukung pemasaran usaha.

Di tengah peserta yang sebagian berasal dari kalangan muda, Pak Teguh tampak antusias mengikuti materi dan praktik. Ia mengaku ingin memahami teknologi baru yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha ternak ayamnya.

«“Memang saya sudah 65 tahun, tetapi kalau ada ilmu baru yang bisa membantu usaha, saya ingin belajar. Ternyata AI tidak sesulit yang saya bayangkan. Yang penting mau mencoba dan tidak takut salah,” kata Teguh.»

Dari Petani, Dapat Rp3-5 Juta dari Affiliate Berbasis AI
Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta datang dari Achmad Munif. Ia bukan pekerja di perusahaan teknologi, melainkan seorang petani yang memanfaatkan AI untuk membuat konten dan menjalankan aktivitas affiliate marketing di TikTok dan Shopee.

Dari aktivitas affiliate yang didukung konten berbasis AI tersebut, Munif mengaku mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan AI tidak harus dimulai dari profesi sebagai programmer atau orang yang bekerja di bidang teknologi. Pelaku usaha maupun masyarakat umum dapat mempelajarinya secara bertahap dan menggunakannya untuk membuka peluang ekonomi baru.

Dalam kelas tersebut, Munif membagikan pengalamannya sekaligus mengajak peserta belajar membuat video berbasis AI menggunakan Dreamina dan Google Flow.

Peserta kemudian langsung mempraktikkan pembuatan video AI untuk kebutuhan konten pemasaran.

Belajar ChatGPT dari Nol
Sebelumnya, peserta mendapatkan materi dari Taftazani Mokhamad, influencer Sinergi UMKM Indonesia.

Taftazani mengajak peserta mengenal ChatGPT dari nol, khususnya bagaimana menggunakan AI sebagai alat bantu untuk aktivitas usaha.

Mulai dari mencari ide konten, membuat konsep promosi, menyusun materi pemasaran hingga membantu pekerjaan kreatif, peserta dikenalkan pada cara memberikan perintah yang tepat kepada AI agar menghasilkan keluaran yang sesuai kebutuhan.

“AI bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru UMKM perlu mengenalnya karena teknologi ini bisa menjadi alat bantu untuk bekerja lebih cepat dan membuka lebih banyak ide,” ujar Taftazani.

Usia Peserta hingga 70 Tahun
Sinergi Academy Batch #2 diikuti 27 pelaku UMKM dengan rentang usia yang cukup beragam, mulai dari kalangan muda hingga peserta berusia sekitar 70 tahun.

Salah satunya Bu Ning Yuwaku, yang tetap bersemangat mengikuti pembelajaran AI untuk mendukung usaha kopinya.

Perbedaan usia tersebut justru membuat suasana kelas semakin menarik. Peserta tidak hanya belajar dari pemateri, tetapi juga saling bertukar pengalaman mengenai usaha dan tantangan pemasaran yang mereka hadapi.

Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik dan mencoba langsung berbagai teknologi AI. Sejumlah karya visual dan video yang dihasilkan selama kelas bahkan membuat peserta terkejut dengan kemampuan teknologi yang sebelumnya belum mereka kenal.

Sinergi Academy Akan Digelar Setiap Sabtu
Kelas tersebut diselenggarakan oleh Sinergi UMKM Indonesia dengan dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Sinergi Academy dirancang sebagai ruang belajar bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk memahami sekaligus mempraktikkan teknologi digital yang dapat mendukung aktivitas usaha.

Ke depan, kelas Sinergi Academy direncanakan berlangsung setiap Sabtu, dengan materi yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan peserta.

Kehadiran peserta dari berbagai usia bahkan dari luar kota menunjukkan bahwa kebutuhan belajar AI semakin besar.

Bagi Pak Teguh yang telah berusia 65 tahun, teknologi bukan lagi sesuatu yang hanya milik anak muda. Sementara bagi Achmad Munif, AI telah menjadi salah satu alat yang membuka peluang penghasilan baru.

Pesannya sederhana: di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, pelaku UMKM tidak cukup hanya menjadi penonton. Mereka harus mulai belajar, mencoba, dan menggunakan AI untuk membuat usahanya semakin berkembang.