HUT ke-2 Satupena Temanggung, Luncurkan “Ki Panjang Emas”

POTRET MAGELANG
19 Okt 2026 18:15
Berita 0
3 menit membaca

TEMANGGUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2, Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Temanggung, berlangsung meriah dan sukses besar di Aula Indraprasta SMP Negeri 6 Temanggung, Minggu, 18 Oktober 2026. Tidak tanggung-tanggung dalam perhelatan HUT itu, Satupena Temanggung, melucurkan satu buku Kumpulan Cerita Rakyat yang diangkat dari kearifan lokal, “Ki Panjang Emas”.

Menurut Ketua Satupena Temanggung Wiwik Hartati, kesuksesan perhelatan HUT ke-2 Satupena tersebut, antara lain dihadiri langsung oleh Bupati Temanggung Agus Setiawan SE dan Bunda Literasi Kabupaten Temanggung Panca Dewi, kepala Dinas Pemerintahan terkait, sejumlah perwakilan dari komunitas literasi se Kabupaten Temanggung.

Bupati Temanggung Agus Setiawan SE dalam sambutannya memberikan apresiai luar biasa atas kehadiran Komunitas Penulis Satupena. Terkait terbitnya buku kumpulan cerita rakyat karya Satupena “Ki Panjang Emas”, kata bupati, Satupena bukan sekadar mengasah ketajaman menulis dan gemar membaca saja.

“Lebih dari sekadar giat menulis dan membaca, kehadiran Satupena menjadi salah satu pilar mitra pemerintah di bidang kemajuan literasi, sekaligus memegang peran strategis dalam upaya pelestarian budaya daerah,” tandas bupati yang biasa dijuluki “Agus Gondrong”.

Bupati menambahkan, inisiatif mendokumentasikan dan membukukan cerita rakyat yang berkembang dalam tradisi lisan di masyarakat dari berbagai wilayah kabupaten Temanggung, adalah Langkah nyata merawat dan menjaga kearifan lokal, agar tidak tergerus oleh hingar-bingar kemajuan zaman.

“Hal ini sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda sekarang dan yang akan datang,” tegasnya.

Hadir pula di Temanggung, Ketua Satupena Jawa Tengah Tirta Nursari. Menurutnya, sepanjang pengamatannya, Satupena Temanggung dinilai sebagai organisasi penulis paling aktif di Jawa Tengah. Hal ini patut diteledani oleh Satupena lainnya di Jawa Tengah.

“Terima kasih Satupena Temanggung di bawah kepemimpinan Mbak Wiwik Hartati,” tandasnya.



Benang Merah
Yang menarik, “talkshow” bedah buku “Ki Panjang Emas” menghadirkan Sastrawan Roso Titi Sarkoro dengan moderator Edo Santiago dari eRTe FM Temanggung . Roso yang juga bertindak sebagai editor buku tersebut, dia menyatakan, peristiwa peluncuran buku Ki Panjang Emas”,
pada HUT ke-2 Satupena Temanggung, rasanya atas kehendak Allah SWT.

“Menurut saya, Buku Ki Panjang Emas dilucurkan di aula Indrprasta SMP Negeri 6 ini, bukan sekadar kebetulan, tetapi atas kehendak dan skenario Allah,” ujarnya.

Dipaparkan, hubungan benang merahnya, dulu yang mencetuskan nama “Indraprasta” untuk aula tersebut ditandai dengan pergelaran wayang kulit dengan lakon “Babat Wanamarta”. Yaitu kisah berdirinya kerajaan Indrprasta. Sementara Ki Panjang Emas juga diambil dari nama dalang kondang di masa perkembangan Islam di Jawa.

“Ki Panjang Emas, adalah dalang penggagas wayang kedu. Nama aslinya Dalang Garu atau Lebdajiwa. Kemudian oleh Kasunanan Surakarta, Lemdajiwa diberi penghargaan nama Ki Panjang Emas.

Sementara itu perhelatan HUT ke-2 Satupena Temnggung juga dimeriahkan penampilan Kurnia Setyo Wulansari yang membacakan puisi “Tangis Perdana Ki Panjang Emas” karya Roso Titi Sarkoro.

Suasana HUT tambah semarak dengan pementasan Tari Kontemporer Dewi dkk dari Titian Community Temanggung” (*)