Potret Magelang – Grabag – Ramadan di Grabag, Kabupaten Magelang, kembali diwarnai kegiatan kreatif anak muda. Melalui agenda Ngisis Jaran Angon Kebo #3, para seniman muda Grabag menghadirkan konsep ngabuburit yang berbeda: santai, sederhana, namun penuh gagasan dan ekspresi budaya.
Kegiatan ini digelar di Area Terminal Baru Grabag, Kabupaten Magelang, dan menjadi ruang berkumpulnya para kreator, seniman, serta pegiat budaya lokal untuk berbagi karya, berdiskusi ringan, sekaligus merayakan kreativitas di tengah suasana Ramadan. Dari obrolan seni, ide konten kreatif, hingga refleksi tentang budaya lokal Grabag, semuanya mengalir dalam suasana akrab khas anak muda.

Tidak hanya diikuti peserta dari Kabupaten Magelang, kegiatan ini juga dihadiri seniman dan komunitas dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Temanggung, Kabupaten Semarang, hingga Kabupaten Boyolali. Kehadiran peserta lintas kabupaten tersebut menunjukkan antusiasme yang besar terhadap ruang ekspresi seni tradisi yang digagas anak-anak muda Grabag.
Dalam kegiatan ini tercatat sekitar 300 peserta jaran kepang serta 100 peserta kebo giro turut ambil bagian, menciptakan suasana ngabuburit yang meriah sekaligus sarat nilai budaya.

Selain pertunjukan, acara juga diisi dengan berbagai challenge berbasis budaya yang melibatkan para peserta, seperti tari warok, kebo giro, serta tari soreng. Challenge ini menjadi cara unik untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kembali seni tradisi di kalangan generasi muda.
Ketua panitia kegiatan, Kiki Permadi, mengatakan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang temu bagi generasi muda untuk merawat tradisi sekaligus membuka ruang kreativitas baru.

“Ngisis Jaran Angon Kebo ini kami buat sebagai ruang kumpul anak muda yang mencintai seni tradisi. Tidak hanya sekadar pertunjukan, tapi juga wadah silaturahmi dan kolaborasi antar komunitas, bahkan lintas kabupaten. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya Grabag,” ujar Kiki.
Lebih dari sekadar acara kumpul, Ngisis Jaran Angon Kebo menjadi simbol bagaimana generasi muda Grabag berupaya merawat budaya lokal sekaligus membangun ruang ekspresi kreatif yang terbuka bagi siapa saja. Di tengah suasana Ramadan, kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi dan kreativitas anak muda dapat berjalan beriringan, menghadirkan energi baru bagi kehidupan seni budaya di daerah.(Azh)